26 October, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

PPDB Tahun Ajaran 2021, Pemkot Pontianak Minta Ombudsman Ikut Mengawasi

PPDB Tahun ajaran 2021 telah dimulai hari ini, Senin 7 Juni 2021, termasuk di Pontianak, Kalimantan Barat. Pemerintah daerah Kota Pontianak pun ingin memastikan jalannya PPDB berlangsung baik dan adil.

_____________________________________________

PPDB Tahun ajaran 2021, pemkot pontianak, edi rusdi kamtono
PPDB Tahun ajaran 2021 telah dimulai hari ini, Senin 7 Juni 2021, termasuk di Pontianak, Kalimantan Barat. Pemerintah daerah Kota Pontianak pun ingin memastikan jalannya PPDB berlangsung baik dan adil. | HeloBorneo.com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono (Foto: ANTARA/HO/Ist)

 

PONTIANAK | Tidak main-main, Pemerintah Kota Pontianak dikabarkan akan menggandeng Ombudsman Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat dalam mengawasi kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru, atau PPDB tahun ajaran 2021 ini.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Pontianak, Senin (7/6/2021) mengatakan hal tersebut.

“Kami meminta pendampingan kepada Ombudsman dalam mengawasi proses PPDB, dan PPDB tahun ini tetap mengacu pada sistem zonasi seperti arahan dari pemerintah pusat, dan mudah mudahan tahun ini lebih tertib,” ujar Edi Rusdi Kamtono, sebagaimana dikutip dari Antara.

Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, bahwa pihak Pemkot Pontianak akan mempersiapkan tim untuk mengawasi proses PPDB tahun ajaran 2021 untuk tingkatan SD maupun SMP tahun ajaran 2021.

Mengawasi proses PPDB tahun ajaran 2021

Disebutkannya, tim pengawas dari pihaknya akan bergabung dengan pihak ombudsman perwakilan Kalbar untuk mengawasi proses PPDB itu.

“Tim pengawas tersebut akan bergabung dengan Ombudsman dalam mengawasi proses penerimaan siswa baru itu,” terangnya.

Selain soal PPDB tahun ajaran 2021, Wali Kota Pontianak juga memberikan penjelasan terkait pembaelajaran tatap muka di wilayahnya.

Keiatan pembelajaran tatap muka

Edi menjelaskan, bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah masih belum dilakukan saat ini. Keputusan terkait hal tersebut akan tetap menunggu arahan dan kebijakan dari pemerintah pusat.

“Saat ini sekolah tatap muka belum kami lakukan, kami juga masih menunggu arahan dan kebijakan tim satgas, pemerintah provinsi maupun pusat,” ujarnya.

Edi mengatakan, pada prinsipnya pihak sekolah di Pontianak sudah sangat siap untuk memulai pembelajaran tatap muka, baik dari segi sarana maupun kelengkapan lainnya, tinggal menunggu arahan dan kebijakan saja.

Ia menambahkan Pemerintah Kota Pontianak beberapa waktu lalu juga sudah pernah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.

Selain itu infrastruktur, sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh dan pengaturan kursi yang berjarak di sekolah juga telah dipersiapkan. “Jadi pada dasarnya untuk pembelajaran tatap muka kita sudah siap,” katanya.

Sebelumnya Edi menekankan, hal yang paling utama dan harus diperhatikan dalam pemberlakuan pembelajaran tatap muka di sekolah adalah keselamatan anak-anak didik dan guru. Hampir sebagian besar para guru di Kota Pontianak telah mendapatkan vaksin COVID-19. Meskipun masih ada sebagian yang belum divaksin karena terkendala kesehatannya.

“Untuk cakupan vaksin bagi guru di Kota Pontianak sudah mendekati 100 persen, namun ada beberapa yang terkendala karena penyakit yang dideritanya,” ujar Edi. (*) [HeloBorneo.com

 

Bagi artikel ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares