17 August, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Optimalisasi PLTS, Kalbar Mampu Kurangi Desa Belum Berlistrik

Optimalisasi PLTS di Provinsi Kalbar berbuah manis. Secara perlahan, jumlah desa yang belum teraliri listrik semakin berkurang tiap tahunnya.

_______________________________________

optimalisasi plts
Optimalisasi PLTS di Provinsi Kalbar berbuah manis. Secara perlahan, jumlah desa yang belum teraliri listrik semakin berkurang tiap tahunnya. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: Panel PLTS. (Foto: sanspower)

 

PONTIANAK | Upaya pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat terus dilakukan. Menyediakan jaringan listrik bagi tiap desa di seluruh provinsi tersebut merupakan salah satu upayanya.

Listrik telah menjadi kebutuhan utama di masyarakat. Salah satu upaya menghadirkan listrik di desa-desa yaitu lwat optimalisasi PLTS, atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Barat Syarif Kamaruzaman mengungkapkan optimalisasi PLTS mampu mengurangi jumlah desa yang  belum teraliri listrik di Kalbar.

Dikatakannya, sebanyak 6.099 rumah di delapan kabupaten di Kalbar mendapatkan layanan listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Pemanfaatan PLTS ini mengurangi jumlah desa yang belum berlistrik, di mana pada tahun 2017 ada 729 desa yang belum berlistrik. Jumlah semakin berkurang hingga tahun 2021, di mana tinggal 309 desa yang belum berlistrik,” ujarnya di Pontianak, Senin (25/7/2022), sebagaimana dilansir dari Antara.

Perkembangan Optimalisasi PLTS di Kalbar Tiap Tahunnya

Syarif menjelaskan, pada 2017 ada 729 desa di Kalbar yang belum dialiri listrik. Pada 2021 lalu berkurang menjadi 309 desa. Artinya, selama kurun waktu 2017 hingga 2021, sudah ada 420 desa yang menikmati aliran listrik berkat optimalisasi PLTS.

PLTS Menjangkau Daerah 3T

Dalam penjelasannya, Syarif Kamaruzaman juga mengatakan bahwa layanan itu menyasar daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil) di delapan kabupaten di Kalbar. “Energi listrik dari PLTS juga menjangkau kawasan-kawasan perbatasan, antara lain di Bengkayang, Sambas, Sanggau, dan Kapuas Hulu,” jelas Syarif.

Lebih lanjut, optimalisasi PLTS ini sesuai dengan kondisi Kalbar yang dilalui garis khatulistiwa sehingga memberikan potensi panas Bumi yang baik. “3T ini tidak mungkin dilakukan dengan pembangkit listrik oleh PLN, dengan keterbatasan itu, maka PLTS menjadi solusi untuk daerah 3T mendapatkan pasokan energi listrik,” tuturnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini