25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Oksigen di Kalbar Terbatas, Sutarmidji Upayakan Pasokan dari Batam dan Malaysia

Oksigen di Kalbar terbatas jumlahnya. Guna memenuhi kebutuhan mendesak bagi para pasien COVID-19, Sutarmidji mengupayakan penambahan pasokan dari wilayah Batam, hingga Malaysia.

_____________________________________________

oksigen di kalbar, sutarmidji, gubernur kalbar
Oksigen di Kalbar terbatas jumlahnya. Guna memenuhi kebutuhan mendesak bagi para pasien COVID-19, Sutarmidji mengupayakan penambahan pasokan dari wilayah Batam, hingga Malaysia. | HeloBorneo.com — Gubernur Kalbar, Sutarmidji (Foto: Antara/Rendra Oxtora)

 

PONTIANAK | Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan untuk mengatasi keterbatasan dan ketersediaan oksigen di Kalbar yang kian menipis, khususnya untuk kebutuhan rumah sakit, pihaknya sedang mengupayakan mendapatkan pasokan dari Batam, Kepri dan Sarawak, Malaysia.

“Oksigen memang terbatas , dari lima pemasok hanya dua yang bisa didatangkan dari Jakarta, kami sudah upayakan dari Batam dan sedang lobi dengan Serawak,” kata Sutarmidji, Rabu (21/7/2021), sebagaimana dilansir dari Antara.

Sutarmidji mengungkapkan, bahwa untuk mengantisipasi ketersediaan oksigen di rumah sakit di daerah, harus ada kontrol dari bupati.

Oksigen di Kalbar terbatas, manajemen RS perlu antisipasi

Terkait kekosongan oksigen di rumah sakit di Putussibau, gubernur menyebutkan tergantung dari manajemen rumah sakit dalam mengantisipasi ketersediaan oksigen.

“Kepala daerah harus mengantisipasi sejak awal, jangan sudah kosong baru ribut. Beberapa daerah yang manajemen baik tidak masalah walau pun ketersediaan pas-pasan,” ucap Sutarmidji.

Dia menyebutkan tidak ada pemberlakuan khusus terhadap daerah di terkait penyediaan oksigen di Kalbar.

“Sepanjang ketersediaan ada, semua kami perlakukan sama. Intinya mereka (rumah sakit) harus hitung ketahanan oksigen di rumah sakit mereka,” katanya.

Sutarmidji juga menegaskan agar bupati di daerah masing-masing selalu melakukan kontrol terhadap manajemen rumah sakit. “Jadi sangat tergantung manajemen rumah sakit dan kontrol bupati,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 65
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    65
    Shares