17 August, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Miris! Warga Kapuas Hulu di Perbatasan Indonesia-Malaysia Kesulitan Air Bersih

Warga Kapuas Hulu yang bermukim di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia saat ini masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidup mereka. Permasalahan ini perlu segera diselesaikan.

______________________________________

Warga Kapuas Hulu, perbatasan Indonesia-Malaysia
Warga Kapuas Hulu yang bermukim di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia saat ini masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidup mereka. Permasalahan ini perlu segera diselesaikan. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: Antrian mendapatkan air bersih. (Foto: ANTARA-Seno)

 

PUTUSSIBAU | Saat ini kebutuhan air bersih bagi warga Kapuas Hulu yang tinggal di perbatasan Indonesia-Malaysia sangat krusial. Demikian pengaduan dari masyarakat yang diterima oleh Bupati Fransiskus.

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyebutkan warga di Desa Semuntik yang berada di perbatasan RI-Malaysia kini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Saya menerima aduan dari masyarakat di Desa Semuntik yang merupakan daerah perbatasan masih kesulitan air bersih,” kata Fransiskus Diaan, usai melaksanakan kunjungan kerja, di Desa Semuntik Kecamatan Badau Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), dikutip dari Antara, Minggu (12/6/2022).

Fransiskus menyampaikan, air bersih itu merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang perlu menjadi perhatian serius. Sehingga kedepannya, kata dia, melalui instansi teknis terkait akan dicarikan solusi agar masyarakat tidak lagi mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih.


HeloBorneo.com — Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan saat melaksanakan kunjungan kerja di Desa Semuntik, Kecamatan Badau daerah perbatasan RI-Malaysia, wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Sabtu (11/6/2022). (Photo: ANTARA/Prokopim Setda Kapuas Hulu/Teofilusianto Timotius)

 

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan Segera Cari Solusi Bagi Warga Kapuas Hulu

Lebih lanjut, Bupati Fransiskus mengatakan bahwa pihaknya akan segera bergerak mencari solusi untuk menyelesaikan kebutuhan air bersih bagi warga ini. Hal ini termasuk upaya pemerintah untuk terus bergerak menjalankan pembangunan perbatasan.

Solusi tersebut, jelasnya lagi, dapat berupa sumber air baru ataupun dari  sumur bor.

“Air bersih itu kami akan carikan solusinya, apakah nanti melalui sumber air yang baru atau bisa juga sumur bor, nanti melalui dinas terkait,” ucapnya.

Dia menyebutkan, seperti yang disampaikan masyarakat, sungai yang ada saat ini tidak bisa lagi dimanfaatkan, sehingga perlu ada solusi lainnya.

Selain persoalan air bersih, Fransiskus Diaan juga mengingatkan agar masyarakat Kapuas Hulu selalu menjaga pola hidup sehat, yang bisa dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Meskipun pandemi COVID-19 berangsur membaik dengan masa transisi ini, masyarakat jangan terlena, tetap jaga kesehatan ikuti anjuran pemerintah dalam vaksinasi,” tandasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini