25 September, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Reses di Sambas, Maman Abdurrahman Selidiki Seluk Beluk Distribusi BBM Subsidi

Maman Abdurrahman menjaga agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar turun dan dapat dinikmati oleh lapisan masyarakat terbawah yang  memang betul-betul membutuhkannya.

_______________________________________

Maman Abdurrahman, BBM subsidi
Maman Abdurrahman menjaga agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar turun dan dapat dinikmati oleh lapisan masyarakat terbawah yang  memang betul-betul membutuhkannya. | HeloBorneo.com — Maman Abdurrahman. (Foto: FB)

 

SAMBAS | Legislator Golkar dari Dapil Kalbar, Maman Abdurrahman melakukan reses ke Kabupaten Sambas, Kalbar, baru-baru ini. Dia mencoba menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengamati perihal pendistribusian BBM subsidi di daerah.

Saat melakukan reses itu, Politisi Partai Golkar itu mengatakan bahwa dia melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat ikut mengontrol pendistribusian BBM subsidi agar menghindari penyelewengan peruntukannya.

“Dalam kesempatan Reses saya Turun ke Kabupaten Sambas untuk melakukan sosialisasi untuk membentuk Tim Masyarakat di bawah, agar memahami seluk beluk pendistribusian BBM bersubsidi supaya mereka bisa mengontrol penggunaan serta pemanfaatan BBM Bersubsidi,” jelasnya, dikutip Sabtu (13/8/2022).

Penelusuran Maman Abdurrahman Terkait BBM Subsidi

Dalam penjelasannya, Ketua DPD Golkar Kalbar itu mengatakan bahwa dirinya mendapati penyalahgunaan BBM subsidi itu. Menurutnya, perbedaan harga menjadi salah satu penyebab penyalahgunaan itu.

“Dari hasil penelusuran saya di bawah, didapat banyak sekali oknum-oknum yang menyalahgunakan BBM Bersubsidi, dikarenakan Perbedaan Harga BBM Bersubsidi dengan BBM Industri cukup tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan soal perbedaan harga yang ditengarai menjadi penyebab penyalahgunaan itu. “Harga BBM Subsidi kurang lebih Rp 5000, dan BBM Industri Rp 20.000, ada selisih Rp 15.000 yang bisa memancing para oknum yg mencari kesempatan dalam kesempitan,” lanjutnya.

Modus Penyalahgunaan BBM Subsisi

Tak hanya itu, Maman Abdurrahamn juga mengungkapkan modus penyalahgunaan yang sering digunakan untuk menyalahgunakan peruntukan BBM subsidi itu.

“Bahkan ada beberapa Truk Truk yang sengaja ditaruh untuk ikut mengantri di SPBU, padahal tidak untuk melakukan aktivitas ekonomi dan bekerja, hanya sekedar untuk untuk beli mengisi full satu tanggki dengan harga Rp 5000 di SPBU, lalu dijual ke penampung dengan Harga Rp 10.000. Setelah itu si penampung ini menjual ke pabrik-pabrik di pedalaman, kordinator-koordinator nelayan, dan bahkan ada yang membawa sampai ke tengah laut dan ditransaksikan di sana,” ungkapnya.

Masyarakat yang Dirugikan

Buntut dari kegiatan ilegal itu, lanjut politikus Partai Golkar itu, adalah merugikan masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan BBM subsidi itu untuk melakukan berbagai aktivitas ekonomi.

“Akhirnya para supir truk dan pekerja yang memang dia betul-betul untuk bekerja dan beraktivitas jadi dirugikan karena ikut mengantri dalam waktu yang lama,” lanjut putra Kalbar yang menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI itu.

“Kembali lagi yang selalu dirugikan adalah masyarakat kecil karena ulah ulah oknum pencuri ini. Padahal kuota nasional BBM Bersubsidi sama sekali tidak pernah dikurangin, tapi kok bisa sulit masyarakat mendapatkannya, artinya ada kebocoran di lapangan,” jelasnya.

Terkait perilaku penyalahgunaan oleh para oknum pencuri BBM subsidi itu, dia pun menegaskan agar mereka diberikan tindakan keras dan tegas oleh masyarakat dan para penegak hukum di lapangan.

“Saya mendorong masyarakat untuk berani menindak oknum-oknum seperti ini di lapangan, dan Pertamina akan membuat sistem pemantauan yang lebih ketat lagi, serta mendorong penyesuaian harga BBM bersubsidi karena teralu banyak terjadi penyelewengan,” pungkasnya.

bbm subsidi
HeloBorneo.com — Ilustrasi. (Foto: Pertamina)

BBM Subsidi Tembus 500 Triliun

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa BBM subsidi sudah menembus angka Rp502 triliun. Dia pun meyakini bahwa negara lain tidak akan mampu memberi subsidi BBM sebesar itu.

“Perlu kita ingat subsidi terhadap BBM itu sudah sangat terlalu besar, dari Rp170-an (triliun) sekarang sudah Rp502 triliun,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari YouTube Setpres, Selasa (2/8/2022).

Jokowi juga membandingkan besaran harga BBM di Indonesia dengan negara lainnya. Menurut keterangannya, harga BBM di negara lain sudah ada yang menembus angka Rp31.000-32.000 per liter.

jokowi
HeloBorneo.com — Presiden Joko Widodo. (Foto: Setpres RI)

Jaminan Jokowi

Walaupun demikian, Jokowi memastikan subsidi tetap berjalan, agar harga energi dan pangan tetap terjangkau di pasar dalam negeri walau ada gejolak pada produksi dan distribusi,  seperti perang Rusia-Ukraina yang masih terjadi.

“Baru akan melakukan pemulihan (dari pandemi COVID-19-Red), tapi muncul sesuatu yang tidak diperkirakan sebelumnya. Sakitnya belum sembuh, muncul yang namanya perang di Ukraina, sehingga semuanya menjadi bertubi-tubi menyulitkan semua negara,” ujar Jokowi.  (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini