26 November, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Karolin Margret Natasa Dukung Pelestarian Budaya Tatung

Karolin Margret Natasa sangat mendukung upaya pelestarian budaya daerah. Termasuk juga pelestarian budaya Tatung di wilayah kabupaten yang dipimpinnya itu.

_______________________________________

karolin margret natasa
Karolin Margret Natasa sangat mendukung upaya pelestarian budaya daerah. Termasuk juga pelestarian budaya Tatung di wilayah kabupaten yang dipimpinnya itu. | HeloBorneo.com — Foto: Facebook

 

NGABANG | Karolin Margret Natasa bersama suami menghadiri perayaan ulang tahun Tatung Li Shan Thai Ciong, Phak Ma Thai Ci, Sam Shan Ket Bong dan Chi Thian Thai Shin serta perayaan Kelenteng Thian Cun Shin Ti Ngabang.

Perayaan ini berlangsung pada Ahad (11/9/2022) malam, bertempat di kediaman Cew Chai Fui Min, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.

Kegiatan ibadah umat Konghucu yakni warga Tionghoa yang berada di Kota Ngabang dirangkai dengan pertunjukan atraksi tatung dari Kelenteng Thian Cun Shin Ti Ngabang membuat perayaan ini cukup meriah.

Karolin Margret Natasa sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Bupati Landak periode 2017-2022 ini mendukung penuh kegiatan budaya tatung di Kabupaten Landak.

Menurutnya, hal tersebut adalah bentuk pelestarian budaya. Pasalnya, tatung adalah salah satu tradisi etnis Tionghoa di Kalimantan Barat dan banyak dijumpai, utamanya di Singkawang, dan termasuk juga di Landak.

“Tatung merupakan kebudayaan masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat dan keberadaannya sangat banyak di Kota Singkawang,” ujarnya.

 

 

Karolin Margret Dorong Masyarakat Ikut Lestarikan Budaya Tatung

Lebih lanjut, Karolin juga mengajak segenap masyarakat Kabupaten Landak khususnya, untuk ikut bergerak melestarikan budaya  tatung itu. “Masyarakat Tionghoa yang ada di Kabupaten Landak juga perlu melestarikan kebudayaan tatung di Kabupaten Landak,” lanjutnya.

Bupati Landak periode 2017-2022 itu pun lantas menyarankan salah satu bentuk pelestarian budaya tatung itu bisa lewat gelar event budaya daerah di Kabupaten Landak.

“Pelestarian budaya seperti tatung ini bisa kita kemas dalamn bentuk event budaya di Kabupaten Landak, secara sederhananya dapat memberikan hiburan untuk masyarakat Kabupaten Landak, dan jika dikemas dengan baik bisa menarik wisatawan juga,” tukasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini