27 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kapan Ekonomi Kalbar Terdampak Covid-19 Kembali Berputar? Ini Penjelasan Sutarmidji

2 min read
Ekonomi Kalbar terdampak covid-19
HeloBorneo.com – Gubernur Kalbar H. Sutarmidji saat acara desiminasi kajian regional (KFR) Triwulan 1 Tahun 2020 dengan tema ”Menjaga Stabilitas Perekonomian Kalbar di Tengah Pandemi Covid-19″, Rabu (3/6/2020). 

PONTIANAK | Ekonomi Kalbar terdampak covid-19, sebagaimana terjadi di provinsi lainnya. Namun, Gubernur Sutarmidji memberi penjelasan tentang waktu yang paling memungkinkan soal roda ekonomi di provinsi tersebut kembali bergerak.

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji saat acara desiminasi kajian regional (KFR) Triwulan 1 Tahun 2020 dengan tema ”Menjaga Stabilitas Perekonomian Kalbar di Tengah Pandemi Covid-19″, mengatakan kegiatan pembangunan di Provinsi Kalbar akan mulai paling cepat sekitar bulan Juli sampai dengan Agustus 2020.

“Pergerakan pertumbuhan ekonomi kita semester pertama itu akan lebih baik di semester kedua nanti,” ujar Sutarmidji di Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (3/6/2020).

Ekonomi Kalbar Terdampak Covid-19

Sosok nomor satu di Kalbar tersebut menjelaskan tentang kondisi perekonomian Kalbar.

“Dari awal sebetulnya saya kurang sependapat dengan pemotongan sampai 50 persen kemudian menjadi 35 persen. Itu menunjukan kepanikan kita dalam menghadapi pembiayaan covid-19. Sehingga, dana-dana yang kita potong itu semuanya numplek di BTT (Belanja Tak Terduga). Akibatnya kita tidak bisa melaksanakan pembangunan-pembangunan,” demikian penjelasan Sutarmidji soal Ekonomi Kalbar terdampak covid-19.

Ia mengatakan, dalam hal ini juga sudah konsultasi dengan pusat.

“Saya konsultasi dengan Pusat katanya boleh dilaksanakan padat karya tapi duit itukan sudah numplek di pos BTT, kalau kita keluarkan dengan padat karya itu menyalahi aturan karena BTT pengeluaran anggarannya harus dengan ketentuan kondisi misalnya ada emergency dan lain sebagainya,” jelasnya

Sementara untuk Indeks Ekspor Kalbar lebih besar dari pada impor karena kita bukan industri pembentukan bahan baku dari luar sehingga impornya terbatas. karena hal tertentu, tapi ekspornya tambang, sumber daya alam, kemudian sawit dan sebagainya kondisi pengaruh covid 19 di Kalbar. kedepannya tidak begitu besar bahkan kita dengan penanganan seperti ini mudah-mudahan ini masih terus bisa dipertahankan InsyaAllah akan lebih baik, harapnya. (sumber: Diskominfo Pemprov Kalbar) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares