25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Buntut Pembakaran Kantor Perkebunan Kelapa Sawit di Kalbar, 3 Orang Jadi Tersangka

kantor perkebunan kelapa sawit di kalbar
HeloBorneo.com – Kantor milik PT Arrtu Plantation, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) diduga dibakar massa. Dugaan pembakaran ini ditengari adanya kesepakatan antara masyarakat dengan perusahaan yang tidak tercapai yang berujung pada penangkapan sejumlah warga oleh pihak kepolisian.(Foto: Kompas.com/Hendra Cipta)

KETAPANG | Kantor perkebunan kelapa sawit di Kalbar diketahui dibakar oleh oknum beberapa hari lalu. Massa yang tak terkontrol membakar Kantor milik PT Arrtu Plantation, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) terjadi pada Jumat (22/1/2021) sore.

Buntut pembakaran kantor perkebunan kelapa sawit di Kalbar itu, aparat kepolisian menetapkan tiga orang sebagai tersangka pembakaran dan perusakan kantor perkebunan kelapa sawit PT Arrtu Plantation itu.

Kepala Polres Ketapang AKBP Wuryantono juga mengimbau, warga lain yang terlibat dalam kasus perusakan dan pembakaran segera menyerahkan diri ke kepolisian. “Apabila tidak mengindahkan, maka akan dilakukan upaya paksa,” kata Wuryantono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/1/2021).

Ini jerat hukum pembakar kantor perkebunan kelapa sawit di Kalbar

Disebutkan, tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial MK, AS dan HR. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan di Muka Umum dan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam.

“Pasal 170 KUHP ancaman hukumannya 5 tahun 6 bulan. Sementara Undang-undang darurat 10 tahun,” tegas Wuryantono.

Sebagai informasi, kantor milik PT Arrtu Plantation, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat ( Kalbar) diduga dibakar massa.

Camat Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Sabran menerangkan, aksi pembakaran dipicu kekecewaan masyarakat terhadap perusahaan terkait persoalan plasma dan keuangan perusahaan.

Pembakaran kantor perkebunan kelapa sawit di Kalbar diduga karena hal ini…

Dugaan pembakaran ini ditengari adanya kesepakatan antara masyarakat dengan perusahaan yang tidak tercapai yang berujung pada penangkapan sejumlah warga oleh pihak kepolisian.

“Pascakejadian, telah dilakukan pertemuan dengan pihak terkait termasuk masyarakat. Jika ke depan tidak ada penyelesaian, kami akan sampaikan ke tingkat kabupaten untuk fasilitasi audiensi,” kata Sabran saat dihubungi Senin (25/1/2021).

Menurut Sabran, sebelum peristiwa pembakaran, sebenarnya dilakukan sejumlah pertemuan untuk menyepakati beberapa hal.

Diantaranya terkait laporan keuangan perusahaan, pembagian plasma, pembentukan koperasi di setiap desa dan corporate social responsibility (CSR).

“Pertemuan dua hari tanggal 15-16 Januari 2021, sudah ada 9 poin kesepakatan yang ditandatangani bersama, namun beberapa hari setelah pertemuan kemudian ada aksi pembakaran dan itu di luar kendali kami,” ucap Sabran. (sumber: Kompas) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share