13 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kalbar Terima Bantuan Oksigen dari Sarawak

Kalbar terima bantuan oksigen dari Sarawak, Malaysia. Bantuan itu cukup membantu upaya untuk memastikan stok oksigen di Kalbar tetap aman, terutama agar dapat memenuhi kebutuhan oksigen pasien COVID-19 yang meningkat drastis selama sebulan terakhir. 

_____________________________________________

Kalbar terima bantuan oksigen, bantuan oksigen dari Sarawak, kebutuhan oksigen pasien COVID-19
Kalbar terima bantuan oksigen dari Sarawak, Malaysia. Bantuan itu cukup membantu upaya untuk memastikan stok oksigen di Kalbar tetap aman. | HeloBorneo.com — Ilustrasi. (Grafis: Tim Pewarta)

 

KUBU RAYA | Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menerima bantuan Oksigen dari Pemerintah Sarawak Malaysia sebanyak satu tangki yang melalui PT. Spectro Gas Industri di Jalan Arteri Supadio Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (24/07/2021).

Bantuan Oksigen tersebut merupakan upaya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memenuhi kebutuhan pasokan Oksigen dirumah sakit yang merawat pasien COVID-19 di Kalbar.

Kalbar terima bantuan oksigen

Kedatangan oksigen dari Pemerintah Sarawak Malaysia pada hari ini menunjukan keseriusan Pemerintah Provinsi Kalbar dalam menangani pasien yang sedang menjalani perawatan COVID-19 di rumah sakit.


Kalbar terima bantuan oksigen, bantuan oksigen dari Sarawak, kebutuhan oksigen pasien COVID-19
HeloBorneo.com — Gubernur Kalbar, Sutarmidji memperhatikan saat-saat penerimaan bantuan oksigen dari Sarawak untuk Kalbar. (Foto: Humas Pemprov Kalbar)

 

Saat Kalbar terima bantuan oksigen itu, Sutarmidji selaku gubernur provinsi tersebut mengungkapkan detailnya.

“Hari ini ada 2 tangki dan 1 tangkinya masih dalam perjalanan. 1 tangki ini bisa mengisi 1.600 tabung oksigen. 1 (Satu) ruang ICU butuh 5 tabung, jika ruang ICU di Kalbar ada 100 ruang maka diperlukan 500 tabung perhari, belum lagi dengan kebutuhan perawatan penyakit selain COVID-19 sehingga Kebutuhan kita bisa 3000 tabung perhari,” ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji saat diwawancara.

Gubernur Kalbar mengucapkan terima kasih kepada Datok Petinggi Haji Abdurrahman Johari Tun Abang Haji Openg Ketua Menteri Sarawak.

”Saya menyurati beliau dan tidak sampai 24 jam sudah direspons dan Saya juga apresiasi dengan kinerja Konsul kita di Kuching dan untuk Konsulat Malaysia di sini juga saya telepon sehingga mereka bisa fasilitasi kebutuhan pasokan oksigen untuk Kalbar,” ujarnya.

Alasan meminta bantuan oksigen dari Sarawak

Lebih lanjut, Sutarmidji pun mengungkapkan alasan meminta bantuan oksigen dari Sarawak. “Alasan meminta pasokan dari Malaysia karena kebutuhan kita yang urgen sekali dan perlu cepat dan Saya tidak mau terlambat dan kemaren sempat stok oksigennya pas-pasan sehingga yang Isoman banyak yang tidak dapat oksigen,” jelasnya.

Sutarmidji juga mengatakan bahwa hubungan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Malaysia tidak ada masalah terkait bantuan oksigen itu. “Hanya antara perusahaan saja yang tinggal bagaimana menanganinya dan dalam waktu 3 hari kita bisa mengatasinya,” jelasnya.

Kebutuhan oksigen pasien COVID-19

Terkait Penderita COVID-19 yang Isoman mendapatkan tabung oksigen gratis, Pemprov Kalbar menyiapkan 350 tabung untuk satu hari, “Mereka yang isoman mengisinya dan tidak perlu bayar karena semuanya Pemprov Kalbar yang menanggungnya,” kata Sutarmidji.

Untuk syarat mendapatkan oksigen gratis dengan melampirkan KTP, Nomor handphone dan Surat Keterangan PCR pasiennya positif.

Saat ini ada 2 perusahaan distributor yang bekerjasama dengan pemerintah untuk memberikan pasokan oksigen. Kedua perusahaan itu yaitu PT. Baja Sarana Sejahtera dan PT. Megah Utama Prima dan nanti kalau dari India sudah datang akan ada 3 perusahaan distributor oksigen.

Gubernur Kalbar mengatakan bahwa untuk suplai sepuluh hari ke depan, pasokan gas oksigen dikatakan aman tercapai kondisi sebagai berikut, “Bila hari ini datang 2 isotank, besok datang dan ditambah dari India juga datang sehingga untuk pasokan 8 hari kedepan aman,” jelasnya lagi.

Menanggapi pasokan gas oksigen yang langka, Gubernur Kalbar mengungkapkan penjelasannya.

“Karena pasokan di luar Kalbar juga langka sehingga untuk menanggulangi hal tersebut pemerintah provinsi Kalbar harus bekerjasama dengan Malaysia untuk memenuhi kebutuhan Pasokan gas oksigen dan Gubernur Kalbar satu-satunya kepala daerah yang melakukannya,” tutupnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •