23 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

IPM Kalbar Masih Rendah, Sutarmidji Minta Upaya Serius dari Daerah

Menyinggung capaian IPM Kalbar masih rendah, Gubernur Sutarmidji meminta upaya keras dari daerah di wilayahnya untuk bersinergi bersama provinsi untuk ikut menaikkan indikator tersebut.

_____________________________________________


 

PONTIANAK | Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat lagi-lagi menjadi sorotan. Gubernur Kalbar, Sutarmidji, menyinggung bahwa pencapaian IPM Kalbar masih rendah.

Saat ini, menurut Sutarmidji, IPM Kalbar masih rendah, dalam artian masih berada di posisi yang tidak menguntungkan bagi persepsi positif terhadap pembangunan Kalbar.

Sebagaimana dilansir dari RRI, Rabu (4/08/2021), Sutarmidji meminta daerah-daerah di wilayahnya harus ikut memikirkan bagaimana caranya meningkatkan IPM Kalbar masih rendah itu.

“Daerah-daerah itu harus memikirkan bagaimana meningkatkan IPM,” Tegasnya.

Takkan meningkat tanpa upaya bersama dari daerah

Lebih lanjut, Sutarmidji bahkan tanpa upaya bersama dari daerah, IPM Kalbar akan tetap rendah.

“Jika tidak ada upaya yang dilakukan masing-masing pemerintah kabupaten kota terhadap peningkatan IPM, maka sampai kapanpun IPM Kalbar tidak akan meningkat. Karena, indikator peningkatan IPM, ada pada sektor pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi,” ujar Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji,

Untuk itu, jelas Sutarmidji, upaya mendongkrak nilai IPM Kalbar mesti dilakukan secara bersama-sama, baik oleh pemerintah provinsi dan juga didukung oleh seluruh pemerintah kabupaten dan kota.


ipm kalbar masih rendah, gubernur kalbar sutarmidji
HeloBorneo.com — Gubernur Kalbar,Sutarmidji. (Foto: RRI)

 

Target pembangunan Kalbar

Selain soal IPM Kalbar masih rendah, Sutarmidji juga menyinggung target pembangunan di provinsi yang dipimpinnya itu.

“Target pembangunan itu begini, kita lihat jenis pekerjaannya. orang bilang kenapa pagar kantor gubernur. Saya bilang, saya beri pekerjaan pengrajin ukir, ada pekerjaan mereka kan. Trus orang bilang, kenapa halaman pendopo, kantor gubernur yang dibangun, saya bilang, kalau kita tidak bangun gedung, toko material tidak ada yang laku kan? di toko material itu berapa banyak karyawannya. di masa pandemi kita harus mikirkan itu juga,” jelas Sutarmidji.

Terkait target pembangunan yang sedang diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar, Sutarmidji mengungkapkan  bahwa untuk tahun 2022 difokuskan pada pembangunan infrastruktur seperti jalan dan pendidikan dengan pembangunan fisik gedung sekolah.

Menurutnya, saat ini masih ada penyelesaian pembangunan gedung rumah sakit khususnya di RSUD Soedarso. Pembangunan RS itu, disebutkan Sutarmidji, masih memerlukan biaya sekitar 40 Milyar rupiah. Sementara untuk gedung satu ditargetkan selesai tahun 2021 dan akan segera difungsikan. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 32
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    32
    Shares