25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Intel Polres Datangi Partai Demokrat Melawi, Ini Penjelasan Polda Kalbar

Partai Demokrat Melawi disebut didatangi oleh pihak intel Polres. Menanggapi hal itu, pihak Polda Kalbar memberikan penjelasan sekaligus bantahan perihal ancaman yang disebut terjadi dalam kunjungan itu.

_____________________________________________

Partai Demokrat Melawi
Partai Demokrat Melawi disebut didatangi oleh pihak intel Polres. Menanggapi hal itu, pihak Polda Kalbar memberikan penjelasan. | HeloBorneo.com — Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Dony Charles Go (Foto: VIVAnews/Ngadri/Pontianak)

 

PONTIANAK | Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Donny Charles Go membantah adanya anggota Intel Polres yang mengancam pengurus Partai Demokrat agar mendukung hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Sumatera Utara pada Jumat, 5 Maret 2021.

“Tidak ada seperti itu (pengancaman). Hanya komunikasi rutin,” kata Donny saat dihubungi wartawan pada Rabu, 10 Maret 2021.

Menurut dia, pihaknya sudah mengecek ke jajaran Polres di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), termasuk Polres Melawi terkait informasi adanya oknum Intel yang membuat resah pengurus Demokrat. Ternyata, kata dia, anggota Polri hanya melaksanakan tugas rutin mengumpulkan bahan keterangan guna antisipasi dampak konflik internal Demokrat di wilayah kabupaten dan kota.

“Dilakukan komunikasi biasa saja, suasananya berlangsung dengan baik. Intinya, kami ingin menjaga situasi tetap kondusif dengan mengetahui permasalahan secara dini, sehingga mudah mengambil langkah antisipasi. Sebatas menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kalbar,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menegaskan tidak ada anggota di lapangan yang meminta dokumen atau apapun kepada pengurus Partai Demokrat. “Tidak ada minta dokumen,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny Harman mengatakan saat ini pengurus Demokrat di tingkat Kabupaten dan Kota tengah dalam keadaan resah. “Mereka diancam intel-intel Polres untuk menyerahkan nama-nama pengurus inti partai,” kata Benny dikutip dari Twitter.

Menurut dia, adanya ancaman intel di tingkat Polres itu diperintahkan secara langsung oleh Kapolres. Para kader selain diminta untuk menyerahkan nama kepengurusan inti Partai, juga dibujuk untuk mendukung hasil KLB.

KLB tersebut menunjuk Kepala Staf Presiden Moeldoko untuk menjadi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Menurut Benny, hal ini jelas harus direspons oleh Polri.

“Katanya atas perintah Kapolres. Ada pula yang dibujuk utk pro Pengurus Demokrat hasil KLB jika mau aman. Ini beneran kah.? Rakyat Monitor,” ujar Anggota Komisi III DPR ini.

Diketahui, kubu kontra Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono melaksanakan Kongres Luar Biasa di Hotel The Hill di Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat, 5 Maret 2021. Hasil KLB diinisiasi oleh kader pecatan Demokrat yakni Jhoni Allen Cs, memutuskan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. (sumber: VIVA) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 88
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    88
    Shares