27 November, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Inflasi Kalbar Naik Dampak Konsumsi Komoditas Sayuran Tinggi

Inflasi Kalbar naik sebagai dampak dari perilaku masyarakat di provinsi itu yang gemar mengonsumsi komoditas sayuran. BPS mengatakan konsumsi sayuran cukup tinggi.

_______________________________________

inflasi kalbar
Inflasi Kalbar naik sebagai dampak dari perilaku masyarakat di provinsi itu yang gemar mengonsumsi komoditas sayuran. BPS mengatakan konsumsi sayuran cukup tinggi. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: Sayuran. (Grafis: Tim Pewarta)

 

PONTIANAK | Perihal inflasi Kalbar naik itu diutarakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Wahyu Yulianto.

Mohammad Wahyu Yulianto mengatakan, konsumsi komoditas sayuran yang tinggi mendorong peningkatan inflasi hingga 79 persen di Kalbar sejak awal September 2022.

 

 

“Masyarakat di Kalbar konsumsi sayurnya cukup tinggi, sehingga komoditas sayur-sayuran seperti sawi mendorong inflasi di Kalbar meningkat signifikan,” ujar Kepala BPS Mohammad Wahyu Yulianto di Pontianak, Sabtu (17/9/2022).

Inflasi Kalbar Naik, Ini Yang Harus Diwaspadai

Wahyu mengatakan Kalbar harus mewaspadai barang barang yang memiliki nilai konsumsi cukup tinggi oleh masyarakat. “Tentunya yang harus diwaspadai adalah barang barang yang nilai konsumsinya tinggi oleh masyarakat, selain sayur-sayuran yaitu seperti beras, minyak goreng, telur, dan daging ayam ras, itu yang harusnya dijaga,” ujarnya.

inflasi kalbar
HeloBorneo.com — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Wahyu Yulianto (Foto: Rendra Oxtora/Antara)

Dia juga mengatakan pada awal September 2022 harga bawang merah, bawang putih, cabai, dan daging ayam sudah turun.

“Alhamdulillah dalam di awal September 2022 bawang merah dan bawang putih harganya turun, karena sudah banyak tersedia. Kemudian daging ayam, dan cabai juga ikut turun,” katanya.

Wahyu menambahkan, Presiden Jokowi telah mengajak setiap Pemprov agar terus mengawal pergerakan harga setelah harga BBM disesuaikan pada awal September 2022.

“Kenaikan harga BBM ini mempengaruhi perkembangan harga. Maka Presiden Jokowi sangat fokus supaya semua pihak mengawal jangan sampai ada pergerakan harga yang tinggi,” kata dia.

 

 

Selain itu, dia juga mengajak pemerintah dan masyarakat untuk waspada terhadap lonjakan inflasi yang mungkin akan terjadi menjelang akhir tahun.

“Kita bersama-sama mewaspadai di akhir tahun nanti menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru jangan, sampai lonjakan inflasinya tinggi dan kita harus tetap berhati hati inflasi terhadap bulan yang akan mendatang,” kata Wahyu. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini