16 August, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Gawai Dayak Kapuas Hulu Libatkan Generasi Muda, Fransiskus Diaan Beri Apresiasi

Gawai Dayak Kapuas Hulu berlangsung meriah. Tak hanya sukses, kegiatan ini juga menyertakan keterlibatan generasi muda. Hal ini mendapatkan apresiasi penuh dari Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan.

_______________________________________

Gawai Dayak Kapuas Hulu
Gawai Dayak Kapuas Hulu berlangsung meriah. Tak hanya sukses, kegiatan ini juga menyertakan keterlibatan generasi muda. Hal ini mendapatkan apresiasi penuh dari Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan. | HeloBorneo.com — Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan saat menghadiri pembukaan Gawai Dayak Entibab Ningkau Kandau Bedangkan Suku Dayak Seberuang Ensilat, Dusun Nanga Entibab, Desa Nanga Dangkan, Kecamatan Silat Hulu, Sabtu 25 Juni 2022. (Foto: ist/Dok. Humas Pemda Kapuas Hulu)

 

PUTUSSIBAU | Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, merasa senang dalam kegiatan Gawai Dayak melibatkan generasi muda, karena dengan tujuan adalah untuk melestarikan adat dan budaya, sebagai identitas jati diri dalam kehidupan berbangasa dan bernegara.

“Saya sampaikan hal itu saat menghadiri acara pembukaan Gawai Dayak Entibab Ningkau Kandau Bedangkan Suku Dayak Seberuang Ensilat, Dusun Nanga Entibab, Desa Nanga Dangkan, Kecamatan Silat Hulu (Sabtu 25 Juni 2022),” ujarnya, Minggu 26 Juni 2022.

Gawai Dayak Kapuas Hulu Tampilkan Kesenian Tradisional Dayak

Kemarin kata Bupati, dirinya melihat dalam acara gawai Dayak tersebut menampilkan kesenian-kesenian tradisional, dan melibatkan anak-anak menggunakan pakaian adat. “Ini menandakan bahwa sudah eksis mereka mengenal adat budaya sejak dini, saya merasa sangat senang sekali,” ucapnya.

Gawai Dayak Entibab Ningkau Kandau Bedangkan

Dijelaskannya juga Fransiskus Diaan, Gawai Dayak Entibab Ningkau Kandau Bedangkan, juga melaksanakan berbagai perlombaan untuk generasi muda, seperti lomba tarian kreasi yang diikuti oleh 30 peserta kategori anak-anak dan dewasa, lomba busana pakaian adat tingkat TK dan SD, lomba menyumpit yang diikuti 34 peserta dan lomba pangkak gasing yang diikuti 26 peserta.

“Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh kepala desa dan panitia Gawai Dayak Entibab Ningkau Kandau Bedangkan, yang turut serta melibatkan generasi muda pada kegiatan gawai tersebut dengan berbagai perlombaan untuk mereka,” ujarnya.

Fransiskus Diaan juga mengapresiasi kepada masyarakat Dusun Nanga Entibab, Desa Nanga Dangkan, terutama orang-orang tua yang mau memperkenalkan adat istiadat dan budaya kepada generasi muda.

Memperkenalkan adat istiadat dengan melaksanakan berbagai perlombaan untuk generasi muda di Kapuas Hulu khususnya, dan Kalbar pada umumnya. “Jika tidak diperkenalkan sejak dini nanti ketika mereka dewasa tidak mengetahui adat istiadat itu sendiri,” ungkapnya. (sumber: Tribun) (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini