25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Rakor Evaluasi Perkembangan Desa, Karolin Natasa Minta Kades Lakukan Ini

Pemerintah Kabupaten Landak menggelar Rakor Evaluasi Perkembangan Desa, sebagai upaya menangani pengentasan desa tertinggal dan peningkatan desa mandiri.

_____________________________________________

Evaluasi Perkembangan Desa
HeloBorneo.com — Rapat Koordinasi Evaluasi Perkembangan Desa Kabupaten Landak pada Senin (8/2/2021) dibuka oleh Bupati Landak Karolin Margret Natasa. (Foto: Dok. Pemkab Landak/jpnn)

 

LANDAK | Bupati Landak Karolin Margret Natasa membuka kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Perkembangan Desa (IDM) Kabupaten Landak pada Senin (8/2/2021).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Landak di Aula Utama Kantor Bupati Landak.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dDan Desa Provinsi Kalimantan Barat Ahmad Salafudin, Kepala Dinas PMPD Kabupaten Landak Mardimo yang didampingi Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Kelembagaan, dan Kerja sama Desa Ida Suryani, Kepala OPD terkait, Tenaga Ahli P3PD, para Camat se-Kabupaten Landak dan para Kepala Desa.

Indeks Desa Membangun (IDM) disusun untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani pengentasan desa tertinggal dan peningkatan desa mandiri.

Di Kabupaten Landak, Kalbar, saat ini dari 156 desa yang ada masih terdapat 7 desa dengan status sangat tertinggal, 99 desa tertinggal, 39 desa berkembang, 6 desa maju, dan 5 desa mandiri.

Evaluasi perkembangan desa

Melihat perkembangan desa saat ini, Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta para Kepala Desa tahun ini bisa mengisi kuisioner IDM dengan baik dan benar, agar peningkatan status perkembangan desa ke depannya bisa tercapai.


evaluasi perkembangan desa
HeloBorneo.com — Karolin Margret Natasa memberikan arahan kepada para Kepala Desa wilayah Landak, Senin (8/2/2021). (Foto: Pemkab. Landak/jpnn)

 

‚ÄúTolong para kades, diisi dengan baik kuisionernya, kalau tidak paham tanya pendamping desanya, karena memang yang menentukan indeks desa membangun itu ya bapak ibu sendiri. Sebenarnya ini tidak sulit, cuma karena salah isi jadi hasilnya begini. Jadi tahun ini harus diisi bagus-bagus dan benar,” harap Karolin.

Lebih lanjut Karolin menyampaikan fokus pemerintah Kabupaten Landak tidak hanya pada desa mandiri semata, tetapi juga pada peningkatan status desa.

“Kalau masih ada desa tertinggal harapan Saya naiklah jadi desa berkembang, setelah berkembang baru jadi desa maju, habis maju baru kita mandiri. Fokus kita di Kabupaten Landak bukan hanya menuju desa mandiri, tetapi ada peningkatan status desa,” ujar Karolin yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik ini.

Lebih lanjut Bupati Karolin mengapresiasi apa yang menjadi program Gubernur Kalimantan Barat dengan menetapkan target desa mandiri.

Untuk mencapai itu, menurut Karolin, perlu adanya koordinasi lebih baik oleh semua pihak terkait.

“Pada intinya Kami sangat mendukung, namun kami punya keterbatasan baik dari sisi sumber daya, maka saya juga sudah sampaikan kepada Kepala Dinas agar para pendamping desa juga proaktif mendampingi para kades, apa yang menjadi kendala kita, skor paling rendah itu di mana, dan kira-kira intervensinya itu harus dari desa, oleh kabupaten atau boleh tidak dibantu oleh Provinsi,” tukas Bupati Landak.

Dengan tercukupinya indeks desa membangun seharusnya kualitas hidup masyarakat bisa meningkat. Artinya masyarakat akan merasakan manfaatnya. Untuk tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Landak telah menargetkan 12 desa mandiri baru. (Sumber: jpnn) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares