22 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Empat Komoditas Pangan di Kalbar Jadi Perhatian Jelang Idul Fitri, Apa Saja?

2 min read
empat komoditas pangan
HeloBorneo.com – Aktivitas di Pasar Flamboyan Pontianak. (Foto: ANTARA/Dedi)

PONTIANAK | Jelang perayaan Idul Fitri, Pemprov Kalbar beri perhatian terhadap empat komoditas pangan. Keempat komoditas ini biasanya rentan mengalami kenaikan akibat tingginya permintaan dan rendahnya suplai barang di pasar.

Kepala Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar M Munsif mengatakan dari 11 kebutuhan pangan di Kalbar, mayoritas saat ini baik dari sisi stok maupun harga masih terjaga hingga Lebaran.

Empat Komoditas Pangan

“Dari 11 komoditas pangan hanya empat komoditas yang saat ini harus terus menjadi perhatian. Sisanya, masih tetap terjaga,” ujarnya di Pontianak, Kalbar, Senin (18/5/2020).

Ia menyebutkan bahwa harga empat komoditas pangan yang stok dan harga masih menjadi perhatian yakni gula pasir, bawang merah, bawang putih dan cabai.

“Namun untuk bawang putih, harganya mulai normal dan gula pasit mulai turun meskipun masih di atas HET. Sedangkan untuk bawang merah harga masih tinggi dan begitu juga cabai,” jelas dia.

Untuk gula pasir, jelas dia, mulai turun lantaran gula Bulog untuk tahap ketiga sebanyak 500 ton mulai masuk di Kalbar.

“Dengan datangnya gula Bulog harga mulai turun. Harga menuju stabil dan kita harapkan sesuai HET yang sudah ada,” katanya.

Sementara untuk solusi terhadap stok bawang merah pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pusat Koordinasi Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.

“Nanti, pemerintah akan memberikan subsidi biaya angkutan untuk komoditas bawang. Sehingga harga bawang dari daerah sentra hingga ke konsumen terjangkau atau stabil,” katanya.

Sejauh ini, untuk komoditas beras, daging sapi atau kerbau, ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng dan jagung di Kalbar masih relatif stabil.

Sebelumnya, pada Minggu (17/5/2020) Dinas Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar mendatangkan 10 ton cabai dari Tuban, Jawa Timur, dalam rangka memenuhi kebutuhan dan stabilisasi harga di tengah masyarakat.

Sejauh ini stok cabai baik rawit, keriting maupun besar di Kalbar masih kurang, sehingga berdampak pada harga di pasar. Saat ini harga cabai rata-rata di kisaran Rp40.000 per kilogram.

“Kalbar saat ini belum menjadi sentra cabai sehingga kebutuhan belum terpenuhi. Namun, ketika ada harga fluktuatif kita bisa datangkan dari luar agar stok dan harga stabil,” jelas dia. (sumber: ANTARA)(*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares