17 April, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pemkot dan Dewan Adat Dayak Singkawang Gelar Ritual Pembersihan Lahan Bandara

2 min read

Pemerintah Kota dan Dewan Adat Dayak Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Sabtu, 21 Februari 2021 bersama-sama menggelar ritual pembersihan lahan bandara di kota seribu kelenteng itu.

_____________________________________________

Dewan Adat Dayak Singkawang
HeloBorneo.com — Ritual adat dayak pindah tempayan sebagai tahap awal pembersihan bandara Singkawang yang akan dibangun. (Foto: ANTARA/Rudi)

 

SINGKAWANG | Pemerintah Kota Singkawang bersama Lurah, Babinsa, tokoh adat, tokoh masyarakat dan ormas Persatuan Pemuda Dayak Pangmilang Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan telah melakukan pemindahan tempayan adat sebagai ritual pembersihan lahan Bandara Udara Singkawang.

“Tempayan adat ini ditempatkan pada areal lahan di luar dari lahan Bandar Udara Singkawang yang akan dibangun agar tidak mengganggu mobilisasi pekerjaan tahap dua sampai dengan selesai,” kata Kepala Dinas Perhubungan Singkawang, Petrus Yudha Sasmita, sebagaimana dilansir dari Antara, Sabtu (21/2/2021).

Selanjutnya, nanti setelah pekerjaan Bandara selesai maka tempayan adat tersebut akan diletakkan pada pintu gerbang Bandara.

Lebih lanjut, Petrus Yudha Sasmita menjelaskan, bahwa kegiatan ritual adat yang dilaksanakan bersama antara Pemkot dan Dewan Adat Dayak Singkawang itu merupakan kearifan lokal yang harus dilaksanakan.

Kegiatan ritual itu bertujuan agar dalam pelaksanaan pembangunan Bandar Udara Singkawang bisa berjalan dengan aman, selamat dan sesuai dengan rencana.

Pesan Ketua Dewan Adat Dayak Singkawang

Sementara itu, Ketua DAD Singkawang, Stepanus mengatakan, sejak pembersihan lahan tahap pertama telah mengikuti beberapa kali pertemuan presentasi pembangunan bandara yang dikoordinasikan oleh Pemkot Singkawang, dalam hal ini Dishub Singkawang.

“Pada kesempatan pertemuan tersebut, saya berpesan dan mengingatkan kepada Pemkot khususnya yang ditunjuk melakukan pengawasan, pengelolaan, pembangunan Bandara supaya melakukan koordinasi, komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat, khususnya masyarakat adat di sekitar Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan,” ujarnya.

Stepanus bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkot Singkawang, khususnya Kepala Dishub dan jajarannya, pengelola, pengawas, pekerja bandara yang telah hadir mengikuti acara ritual pemindahan tempayan adat, karena akan ada pengerjaan pembersihan lahan tahap II.

“Setelah selesai dapat dipasang kembali sesuai dengan lokasi yang ditentukan oleh tokoh adat. Masyarakat adat sangat menghargai jika adat dijalankan sebagaimana mesti,” ungkapnya.

Terlebih, Dewan Adat Dayak Kota Singkawang sangat mendukung pembangunan Bandara Kota Singkawang karena sebagai destinasi kota wisata di Kalbar maka perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, seperti bandar udara.

Dengan demikian, para investor akan semakin yakin dan percaya serta tertarik untuk menanamkan investasi khususnya di bidang industri tempat wisata, perhotelan dengan demikian dapat meningkatkan PAD Kota Singkawang dan banyak kesempatan kerja terbuka.

“Bandara Kota Singkawang diharapkan dapat membuat Singkawang semakin cepat berkembang karena kunjungan wisata semakin ramai,” tutup Stepanus. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares