26 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Cap Go Meh Singkawang Disebut Terbesar Dunia, Tjhai Chui Mie: Kami Sangat Bersyukur dan Bangga

3 min read
cap go meh singkawang
HeloBorneo.com – Atraksi tatung saat prosesi tatung cuci jalan (bersih kota) di vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (7/2/2020). (Foto: Tribun Pontianak/Anesh Viduka)

SINGKAWANG | Luar biasa! Cap Go Meh Singkawang disebut sebagai pagelaran Cap Go Meh terbesar di dunia. Hal tersebut terungkap dari pernyataan Wali Kota kebanggaan warga Singkawang, Tjhai Chui Mie.

Wali Kota cantik ini saat perayaan Cap Go Meh Singkawang 2020 yang berlangsung Sabtu (8/2/2020) mengungkapkan hal itu. Dia mengatakan bahwa perayaan Cap Go Meh (CGM) di Kota Singkawang merupakan yang terbesar di Indonesia. Bahkan, beberapa media menyebutkan sebagai pagelaran CGM terbesar di dunia.

Dikutip dari Tribun, Tjhai Chui Mie mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas predikat itu. “Tentu kami sangat bersyukur dan bangga,” ungkapnya dalam pembukaan Festival Cap Go Meh Kota Singkawang 2020.

Sebagai informasi, festival Cap Go Meh di Kota Singkawang kembali masuk dalam 100 kalender even tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Festival ini merupakan pagelaran andalan pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

Terbesar di Asia Tenggara

Bahkan, sejak beberapa tahun lalu, Festival CGM Singkawang sudah mendapatkan rekognisi, dan disebut-sebut itulah perayaan Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara. Sebagaimana diungkapkan oleh Menpar Areef Yahya pada saat menjelang puncak perayaan CGM, tahun 2016 lalu. “Puncaknya, nanti diramaikan pada 21-22 Februari 2016. Perayaan CGM Singkawang, Kalimantan Barat, selalu menjadi pusat perhatian turis karena terbesar dan menjadi terheboh,” ujar Menpar kala itu.

Dilansir dari laman Kemenpar, Event pariwisata berbasis budaya China ini adalah salah satu andalan dalam mendatangkan wisatawan mancanegara ke Kalbar. Berdasarkan data pada tahun 2017, sebanyak 26 Duta Besar dari berbagai negara datang untuk melihat festival Cap Go Meh di kota itu.

Pada perayaan CGM Singkawang tahun ini, pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia pun optimis. Selain tetap menjadi yang terbesar di dunia, Kemenparekraf yakin Festival Cap Go Meh Singkawang 2020 akan menarik kunjungan wisatawan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani, mengungkapkan optimisme terebut, sebagaimana dilansir dari Kompas, Senin (3/2/2020) lalu. “Festival Cap Go Meh Singkawang 2020 memang luar biasa. Kontennya bagus, respon wisatawan positif sejak hari pertama. Kami yakin pergerakan wisatawan akan naik signifikan,” ujarnya.

Terbukti, festival yang digelar mulai Kamis (23/1/2020) hingga hari Ahad (9/2/2020) ini memang menegaskan pamor pariwisata Kota Singkawang.

Daya Tarik Tatung dan Rekor MURI

Salah satu hal yang membuat perayaan Cap Go Meh di Singkawang menarik perhatian karena atraksi para Tatung. Tahun ini, sekitar 800 Tatung terlibat di CGM Singkawang dengan berbagai atraksinya yang menarik.

____________________

Berita terkait:  Jelang Cap Go Meh di Singkawang, Ratusan Tatung “Cuci Jalan”

____________________

Demi meningkatkan aliran value ekonomi bagi masyarakat melalui pariwisata Cap Go Meh, Pemkot Singkawang terus melakukan berbagai inovasi. Kerjasama pemkot dan panitia diharapkan mampu menyuguhkan tontonan CGM yang menarik, berkualitas, dan memiliki keunikan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Selain daya tarik Tatung, tahun 2020 menjadi tahun istimewa. Pasalnya, keberhasilan Kota Singkawang dalam mencatatakan rekor MURI replika Pagoda tertinggi dengan tinggi 20 meter 20 centimeter (220 cm atau 2,2 m). Pagoda ini memiliki 8 tingkat serta dua lantai terbuka untuk umum.

Wali Kota singkawang bahwa ada makna filosofis dibalik angka-angka tersebut. “Ini makna filosofisnya pelaksanaan Cap Go Meh (8/2/2020),” jelas Tjhai Chui Mie.

Tak hanya sebagai pagelaran yang mampu menarik wisatawan dan telah diakui Kemenpar. Festival Cap Go Meh juga dikukuhkan sebagai kekayaan intelektual komunal, ekspresi budaya tradisional oleh Kementerian Hukum dan HAM. Kota Singkawang bersama Banjarmasin di kalimantan termasuk diantara 20 lokasi program regenerasi warisan budaya secara nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (*) [HeloBorneo.com

 

Bagi artikel ini
  • 27
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares