Tue. Jul 14th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

BMKG Sebut Gempa Bumi di Sintang Berpusat di Timur Laut Sekadau

2 min read
Gempa bumi di Sintang
Heloborneo.com – Ilustrasi (net)

SINTANG | Gempa bumi di Sintang. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, Erika Mardiyanti, memberikan informasi terkini terkait analisis pemutakhiran gempa bumi yang menggetarkan Desa Sungai Deras, Kecamatan Ketungau Hilir, Sintang.

Dari keterangan rilis yang diterima Tribun Pontianak, analisis pemutakhiran dari Pusat Gempabumi Nasional BMKG mengindikasikan telah terjadi gempabumi berskala sangat lokal pada pukul 22:36:59 WIB. Adapun kekuatan gempa yakni kekuatan M=3.5 pada koordinat 0.58 LU – 111.33 BT, tepatnya berada di darat 81 Km Timur Laut Sekadau dengan kedalaman 10 Km.

“Dampak gempa bumi tersebut digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG. Dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di kabupaten Sintang. Dengan skala intensitas maksimal II MMI,” tulis Erika Mardiyanti.

Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Erika Mardiyanti berpesan agar masyarakat tidak terpancing. Informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait gempa bumi di Sintang harus disimak baik-baik. “Sebagai antisipasi munculnya pemberitaan simpang siur, masyarakat diharapkan mengakses informasi BMKG melalui website” pesannya.

Sangat Lokal

Sebelumnya dikabarkan adanya getaran menyerupai gempa bumi. Kejadian pada malam hari sekitar pukul 22.37 WIB tanggal 22 Februari 2020. Lokasinya bertempat  di Desa Sungai Deras, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang.

Analisis dari Pusat Gempa Bumi Nasional BMKG mengindikasikan adanya gempa bumi dengan skala sangat lokal. Diperkirakan kurang dari Magnitudo 3 SR. Pengamatan menunjukkan terdapat 2 Stasiun yang mencatat kejadian ini. Yaitu di Stasiun DBKI (Dusun Selatan, Barito Selatan, Kalteng) dan SBM (Sibu, Bukit Singgalang, Malaysia).

“Dalam sistem seiscomp3 minimal 3 stasiun mencatat. Baru bisa diproses untuk menghasilkam parameter gempa (magnitudo, waktu kejadian, dan lokasi),” tulis Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak. Erika Mardiyanti dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/2/2020). (*) [HeloBorneo.com

 

 

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: