Thu. Aug 13th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Indonesia-Malaysia Sepakati 2 Titik Tapal Batas di Kaltara dan Kalbar

2 min read
perbatasan Indonesia-Malaysia
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Patok perbatasan Indonesia-Malaysia (Foto: garudamiliter.blogspot.com)

 KUALA LUMPUR | Dua negara serumpun Indonesia dan Malaysia menyepakati tapal batas antara keduanya di dua titik yang terletak di Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat.

Kesepakatan tersebut terwujud lewat penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Indonesia dan Malaysia. Indonesia diwakili oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), ditandatangani Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo. Sementara, dari pihak Malaysia diwakili oleh Kementerian Air, Tanah, dan Sumber Asli Malaysia, dan ditandatangani oleh Ketua Setia Usaha Kementerian Air, Tanah, dan Sumber Asli Malaysia Datuk Zurinah Pawanteh di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (21/11)..

MoU Demarkasi dan Survei Batas Internasional antara Indonesia dengan Malaysia mengatur soal perbatasan pada segmen Sungai Simantipal di Kalimantan Utara dan Segmen C500-C600 di Kalimantan Barat.

Mendagri Tito Karnavian melalui keterangan tertulis, Kamis (21/11) mengungkapkan pentingnya acara penandatanganan kesepakatan tersebut.

“Acara ini sangat penting. Walaupun hanya sebentar tapi berdampak 100 sampai 200 tahun ke depan. Dengan adanya perjanjian tersebut berdampak bagi wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia dalam bentuk pembangunan wilayah, kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan,” ungkap Tito.

Selain Nota kesepahaman, juga dilengkapi lampiran hasil survei demarkasi yang dilakukan kedua negara. Pemetaan itu ditandatangani oleh Direktur Jenderal Departemen Survey and Mapping Malaysia Dato’ Sr Dr. Azhari bin Mohamed dan Direktur Wilayah Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Laksamana Pertama Bambang Supriadi.

Tito berharap MoU ini dapat mengakhiri perbedaan pendapat dalam penegasan batas darat (Outstanding Boundary Problems) di dua segmen tersebut pada kurun waktu 1978-1989.

Mendagri yang juga mantan Kapolri ini berharap dengan terwujudnya nota kesepahaman dapat memuluskan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Lambang. sebagai informasi, PLBN itu letaknya tidak jauh dari Kawasan Sungai Simantipal.

Lebih jauh, Tito juga mengatakan bahwa nota kesepahaman tersebut dapat memastikan adanya kepastian hukum bagi masyarakat di dua negara tersebut.

Walau perjanjian ini telah disepakati, masih ada tiga sengketa perbatasan antara kedua negara serumpun ini. Ketiganya yaitu Segmen Sungai Sinapad-Sesai, Segmen B-2700-3100, serta Segmen Pulau Sebatik. Harapan Kemendagri, ketiga sengketa tersisa dapat selesai pada tahun 2020. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *