Sat. Jul 11th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Duh! Ternyata Ada Risiko Tsunami Dekat Ibu Kota Baru di Kaltim

4 min read
risiko tsunami dekat ibu kota baru
HeloBorneo.com – Peta Kalimantan. (Foto: GETTY IMAGES)

PONTIANAK | Ternyata ada risiko tsunami dekat ibu kota baru. Sebagaimana diketahui bersama, Pemerintah Indonesia berencana memindahkan ibu kota negara (IKN) baru yang terletak di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Salah satu alasan pemilihan tempat IKN baru yaitu memiliki risiko rendah terhadap gempa gempa dan bencana yang terkait gempa, seperti tsunami. Namun, ternyata ilmuwan berkata lain.

Sebagaimana diberitakan BBC, Kamis (23/4/2020), sekelompok ilmuwan mengungkap potensi risiko tsunami di wilayah yang dipilih pemerintah Indonesia sebagai calon ibu kota baru. Para peneliti tersebut menemukan bahwa tanah longsor bawah laut pernah beberapa kali terjadi di Selat Makassar, antara pulau Kalimantan dan Sulawesi.

Tsunami Dapat Muncul

Jika kejadian tanah longsor yang paling besar terulang hari ini, tsunami akan muncul yang bisa membanjiri Teluk Balikpapan. Wilayah itu termasuk daerah yang dekat dengan calon ibu kota. Namun tim peneliti yang terdiri dari ilmuwan Inggris dan Indonesia mengatakan tidak perlu bereaksi berlebihan.

“Masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan untuk menilai situasi ini dengan tepat. Namun demikian, ini adalah sesuatu yang mungkin harus dipertimbangkan sebagai risiko oleh pemerintah Indonesia. Meskipun kita hanya membicarakan peristiwa `frekuensi rendah, dampak tinggi`,” kata Dr. Uisdean Nicholson dari Heriot-Watt University, Inggris.

Longsor Bawah Laut

Tim penelitiannya menggunakan data seismik untuk menyelidiki sedimen dan strukturnya di dasar laut Makassar. Survei tersebut mengungkap 19 zona di sepanjang selat tempat lumpur, pasir, dan lanau jatuh ke lereng yang lebih dalam.

Beberapa peristiwa longsor ini melibatkan material sebanyak ratusan kilometer kubik volume yang sangat mampu mengganggu kolom air. Akibatnya, menghasilkan gelombang besar di permukaan laut.

risiko tsunami dekat ibu kota baru
HeloBorneo.com – Peta longsoran bawah laut di Selat Makassar (Foto: BBC)

“Tanah longsor ini, atau yang kami sebut Mass-Transport Deposits (MTD), cukup mudah dikenali dalam data seismik,” jelas Dr. Rachel Brackenridge dari Universitas Aberdeen, peneliti utama di makalah yang memaparkan penelitian ini.

“Tanah longsor tersebut berbentuk lengkungan dan sedimen di dalamnya kaotis; bukan lapisan datar, teratur, dan rata yang Anda harapkan. Saya memetakan 19 peristiwa, tetapi itu dibatasi oleh resolusi data. Akan ada kejadian lainnya, yang terlalu kecil untuk saya lihat,” ujarnya kepada BBC News.

Semua MTD berada di sisi barat kanal dalam (3000m) yang melintasi Selat Makassar. Dan mereka juga sebagian besar berada di sebelah selatan delta Sungai Mahakam di Pulau Kalimantan, yang mengeluarkan sekitar 8 juta meter kubik sedimen setiap tahun.

risiko tsunami dekat ibu kota baru
HeloBorneo.com – Kota Balikpapan terletak pada mulut teluk di pulau Kalimantan. (Foto: BBC/Getty Images)

Sedimen yang Menumpuk

Tim peneliti menduga material ini terbawa oleh arus di selat. Dan kemudian tertimbun di perbatasan dasar laut yang lebih dangkal dengan dasar laut yang lebih dalam.

Sedimen yang menumpuk dari waktu ke waktu akhirnya roboh, barangkali dipicu oleh guncangan gempa bumi setempat. Hal tersebut lazim di Indonesia. Namun, hal ini jelas merupakan risiko tsunami dekat ibu kota baru.

Hal yang belum diketahui tim peneliti saat ini ialah kapan tepatnya longsor bawah laut ini terjadi. Estimasi terbaik para peneliti adalah dalam periode geologi saat ini. Jadi, dalam 2,6 juta tahun terakhir.

Sampel batuan yang diekstraksi dari MTD bisa lebih memastikan usia mereka dan frekuensi kerobohan lereng. Saat ini para ilmuwan sedang mencari pendanaan untuk melakukan ini.

Memperkaya Pengetahuan Geologi

Tim juga berencana mengunjungi daerah pesisir Kalimantan untuk mencari bukti fisik dari tsunami purba ini dan membuat pemodelan jenis gelombang yang bisa mengenai garis pantai.

Ben Sapiie, dari Institut Teknologi Bandung (ITB), memberikan pendapatnya. “Penelitian ini memperkaya pengetahuan komunitas geologi dan geofisika Indonesia akan bahaya sedimentasi dan tanah longsor di Selat Makassar. Masa depan penelitian ilmu bumi adalah menggunakan pendekatan terintegrasi dan multi-disiplin dengan kolaborasi internasional.”

risiko tsunami dekat ibu kota baru
HeloBorneo.com – Delta Mahakam mengekspor jutaan meter kubik sedimen per tahun ke Selat Makassar. (Foto: Sentinel Hub/Copernicus Data 2019)

Menumpuk dari Waktu ke Waktu

Profesor Dan Parsons adalah direktur Institut Energi dan Lingkungan di Universitas Hull, Inggris. Kelompoknya juga mempelajari tanah longsor bawah laut di seluruh dunia.

Ia mengatakan pendapatnya kepada BBC News. “Yang menarik di sini ialah bagaimana sedimen ini sedang tertimbun kembali dan menumpuk dari waktu ke waktu di Selat Makassar oleh arus laut.”

“Sedimen ini menumpuk dan kemudian roboh ketika menjadi tidak stabil. Kuncinya kemudian ialah mengidentifikasi titik kritis, atau pemicu, yang menyebabkan longsor. Kami melakukan penelitian serupa pada fjord, mengeksplorasi beberapa pemicu dan magnitudo dan frekuensi longsor yang bisa terjadi.”

“Peristiwa longsor terbesar dan tsunami terbesar kemungkinan bakal terjadi ketika laju pengiriman sedimen sangat tinggi. Tapi pemicunya jarang terjadi, sehingga ketika terjadi longsor volumenya sangat besar.”

Tsunami Akibat Longsor

Indonesia mengalami dua peristiwa tsunami yang disebabkan tanah longsor pada tahun 2018. Peristiwa ini terjadi ketika sisi gunung berapi Anak Krakatau runtuh dan ketika gempa memicu tanah longsor di Teluk Palu, Sulawesi.

Jadi memang ada kesadaran bahwa tsunami bisa diakibatkan oleh sumber selain gempa megathrust di dasar laut. Contohnya, seperti yang terjadi di Sumatra pada tahun 2004.

Presiden Joko Widodo tahun lalu mengumumkan bahwa Indonesia akan memindahkan ibu kotanya dari Jakarta ke Kalimantan.

risiko tsunami dekat ibu kota baru
HeloBorneo.com – Lokasi ibu kota negara (IKN) baru di Kaltim. (Foto: BBC)

Pusat administrasi baru akan dibangun di dua kabupaten, yaitu Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Keduanya terletak di Provinsi Kalimantan Timur, dekat dengan kota Balikpapan dan Samarinda. Studi dasar laut ini diterbitkan oleh Geological Society of London. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: